Senin, 29 Juni 2009

Membuat Fungsi Terbilang Dengan Visual Basic 6.0

Fungsi terbilang adalah fungsi yang melakukan konversi dari angka menjadi teks terbilangnya, misalnya 123,4567 menjadi seratus dua puluh tiga koma empat lima enam tujuh.
Buatlah sebuah project baru dengan template Standard.EXE. Rancanglah sebuah form seperti terlihat pada gambar 1. Beberapa properti form tersebut harus diberi nilai sebagai berikut:

Kontrol Properti Nilai
Form Caption Terbilang
TextBox1 Name txtAngka
TextBox2 Name txtTerbilang
Multiline True
CommandButton1 Name cmdTerbilang
Caption &Terbilang
CommandButton2 Name cmdExit
Caption E&xit

Kemudian tambahkan sebuah modul dengan cara klik kanan pada Project Explorer dan pada menu yang muncul pilih Add > Module. Bandingkan dengan gambar 2.
Pada module baru tersebut tambahkan kode program seperti disajikan pada listing 1.
Kemudian klik ganda tombol Terbilang dan tambahkan kode program seperti disajikan pada listing 2.
Langkah terakhir, klik ganda tombol Exit dan tambahkan kode program seperti disajikan pada listing 3.
Hasil eksekusi program tersebut ditampilkan pada gambar 3. Masukkan suatu angka pada kotak teks Angka, klik tombol Terbilang, teks terbilang dari angka tersebut akan muncul pada kotak teks Terbilang.

Listing 1. Fungsi terbilang

Public Function Terbilang(x As Double) As String
Dim tampung As Double
Dim teks As String
Dim bagian As String
Dim i As Integer
Dim tanda As Boolean

Dim letak(5)
letak(1) = "ribu "
letak(2) = "juta "
letak(3) = "milyar "
letak(4) = "trilyun "

If (x = 0) Then
Terbilang = "nol"
Exit Function
End If

If (x < 2000) Then
tanda = True
End If

teks = ""

If (x >= 1E+15) Then
Terbilang = "Nilai terlalu besar"
Exit Function
End If

For i = 4 To 1 Step -1
tampung = Int(x / (10 ^ (3 * i)))
If (tampung > 0) Then
bagian = ratusan(tampung, tanda)
teks = teks & bagian & letak(i)
End If
x = x - tampung * (10 ^ (3 * i))
Next

teks = teks & ratusan(x, False)
Terbilang = teks
End Function

Function ratusan(ByVal y As Double, ByVal flag As Boolean) As String
Dim tmp As Double
Dim bilang As String
Dim bag As String
Dim j As Integer

Dim angka(9)
angka(1) = "se"
angka(2) = "dua "
angka(3) = "tiga "
angka(4) = "empat "
angka(5) = "lima "
angka(6) = "enam "
angka(7) = "tujuh "
angka(8) = "delapan "
angka(9) = "sembilan "

Dim posisi(2)
posisi(1) = "puluh "
posisi(2) = "ratus "

bilang = ""
For j = 2 To 1 Step -1
tmp = Int(y / (10 ^ j))
If (tmp > 0) Then
bag = angka(tmp)
If (j = 1 And tmp = 1) Then
y = y - tmp * 10 ^ j
If (y >= 1) Then
posisi(j) = "belas "
Else
angka(y) = "se"
End If
bilang = bilang & angka(y) & posisi(j)
ratusan = bilang
Exit Function
Else
bilang = bilang & bag & posisi(j)
End If
End If
y = y - tmp * 10 ^ j
Next

If (flag = False) Then
angka(1) = "satu "
End If
bilang = bilang & angka(y)
ratusan = bilang
End Function


Listing 2. Event click pada cmdTerbilang

Private Sub cmdTerbilang_Click()
Dim angka As Double
Dim teks As String
angka = Val(txtAngka.Text)
teks = Terbilang(angka)
txtTerbilang.Text = teks
End Sub


Listing 3. Event click pada cmdExit

Private Sub cmdExit_Click()
End
End Sub

Selasa, 16 Juni 2009

Membuat Buku Tamu Dengan PHP

Buku tamu merupakan salah satu fitur standar yang terdapat dalam situs-situs di Internet, terutama situs-situs pribadi. Hampir dapat dipastikan, aplikasi buku tamu akan menggunakan database yang fungsinya adalah menyimpan daftar tamu yang pernah mengunjungi situs tersebut dan memberikan komentarnya. Untuk itu mula-mula kita persiapkan sebuah database – tentu saja menggunakan MySQL – dengan struktur sebagai berikut:

Field Tipe Data
Nama Varchar(30)
Email Varchar(40)
Komentar Text

Tabel disimpan dengan nama guest, sedangkan databasenya disimpan dengan nama gsbook.
Halaman web yang nantinya dirancang akan memiliki 3 halaman, yaitu halaman form buku tamu, halaman daftar tamu, dan halaman terima kasih.
Halaman form buku tamu akan berisi form untuk pengisian buku tamu.
Halaman daftar tamu akan berisi daftar tamu yang telah mengisi buku tamu.
Halaman terima kasih akan berisi ucapan terima kasih atas diisinya buku tamu.
Kita mulai perancangan kita dari halaman form buku tamu. Halaman form buku tamu berisi form untuk pengisian buku tamu. Pada halaman ini nanti akan ditambahkan suatu skrip yang akan melakukan verifikasi terhadap form yang belum diisi. Skrip halaman form buku tamu selengkapnya diberikan pada listing 1.

Listing 1. Form buku tamu



Form



Selamat Datang di Situs Kami


Silakan isi identitas Anda



Nama :
Email :
Komentar :







Simpanlah file dengan nama bukutamu.html. Halaman form buku tamu akan terlihat seperti gambar 1. Yang perlu diingat adalah bahwa walaupun memiliki ekstensi .html, halaman ini harus tetap dijalankan di virtual direktori dengan mengetikkan http://localhost/direktori/namafile.html di bagian address browser.
Pembahasan dari skrip di atas adalah sebagai berikut: pada bagian head terdapat skrip JavaScript, skrip ini digunakan untuk verifikasi terhadap form yang belum diisi. Skrip tersebut dimulai dari bagian yang bertanda .
Mula-mula skrip tersebut mengambil nilai dari setiap elemen form. Setelah itu nilai setiap elemen tersebut diperiksa, jika kosong, maka akan muncul peringatan. Bagian berikutnya merupakan form HTML biasa, tetapi pada bagian submit akan ditambahkan sebuah event handler yang mengacu pada skrip JavaScript yang terletak di bagian head sebagai berikut:


Halaman berikutnya adalah halaman terima kasih. Halaman terima kasih merupakan halaman yang akan menampilkan ucapan terima kasih sekaligus di dalamnya terdapat skrip PHP yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan pada halaman form buku tamu. Skrip selengkapnya diberikan pada listing 2.

Listing 2. Halaman terima kasih



Buku Tamu


$host = "localhost";
$user = "root";
$pwd = "";
$conn = @mysql_connect ($host, $user, $pwd)
or die ("Koneksi Gagal, karena " . mysql_error());
mysql_select_db("gsbook",$conn);
$strSQL = "INSERT INTO guest (nama,email,komentar)
VALUES ('$_POST[nama]','$_POST[email]','$_POST[komentar]')";
$qry = @mysql_query($strSQL,$conn)
or die ("Query salah, karena: " . mysql_error());
?>

Terima kasih atas kesediaan Anda mengisi buku tamu.




Klik di sini untuk melihat daftar para pengisi buku tamu.



Simpanlah file dengan nama guest.php. Halaman terima kasih akan terlihat seperti gambar 2.


alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348135609408531650" />




Skrip di atas pada prinsipnya hanyalah membuka koneksi ke mysql dan menyimpan data-data yang telah dimasukkan ke dalam tabel. Pada bagian bawah terletak sebuah link yang merujuk pada halaman daftar tamu.

Klik di sini untuk melihat daftar para pengisi buku tamu.

File table.php inilah yang nantinya menampilkan daftar para pengisi buku tamu yang disajikan dalam bentuk tabel. Skrip selengkapnya dari file table.php diberikan pada listing 3.

Listing 3. Halaman daftar tamu



Buku Tamu




$host = "localhost";
$user = "root";
$pswd = "rahasia";
$conn = @mysql_connect ($host, $user, $pswd)
or die ("Koneksi Gagal: " . mysql_error());
mysql_select_db("gsbook",$conn);
$strSQL = "Select * from guest";
$qry= @mysql_query($strSQL,$conn)
or die ("Query salah: " . mysql_error());
$jml = mysql_num_rows($qry);

echo "Jumlah pengisi = $jml
";
?>






while ($row = mysql_fetch_array ($qry)) {
echo "";
echo "";
echo "";
echo "";
echo "";
}
?>
Nama Email Komentar
" . $row["nama"] . "" . $row["email"] . "" . $row["komentar"] . "




alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348135608366782914" />


Anggap saja buku tamu tersebut telah diisi oleh banyak orang, sehingga jika skrip di atas dijalankan tampilan yang didapatkan kurang lebih seperti pada gambar 3. Nama-nama yang tertera di sana hanya fiktif saja, jadi apabila ternyata ada yang memiliki nama dan email yang sama, itu hanya kebetulan belaka.
Nah, seandainya situs tersebut merupakan situs yang ramai oleh pengunjung dan pengisi buku tamunya banyak, maka menampilkan daftar tamu seperti skrip di atas tentu kurang baik karena halaman tersebut akan menjadi sangat panjang.
Alternatif yang digunakan adalah menampilkan sejumlah record tertentu per halaman dan di bagian bawah halaman terdapat link untuk menuju ke halaman berikutnya atau sebelumnya. Kira-kira seperti hasil search di Google itu lho. Untuk membuat bentuk halaman seperti itu, berikut akan diberikan salah satu contoh skrip alternatifnya. Gantilah isi skrip file table.php dengan skrip seperti pada listing 4.

Listing 4. Halaman daftar tamu alternatif



Daftar Tamu




$host = "localhost";
$user = "root";
$pswd = "rahasia";
$conn = @mysql_connect ($host,$user, $pswd)
or die ("Koneksi Gagal: " . mysql_error());
mysql_select_db("gsbook",$conn);
$hal = $_REQUEST['hal'];
$batas = ($hal - 1) * 5;
$strSQL1 = "Select * from guest limit $batas,5";
$strSQL2 = "Select * from guest";
$qry = @mysql_query($strSQL1,$conn)
or die ("Query salah: " . mysql_error());
$tot = @mysql_query($strSQL2,$conn)
or die ("Query salah: " . mysql_error());
$jml = mysql_num_rows($tot);
$kel = $jml/5;
if ($kel==floor($jml/5)){
$page = $kel;
} else {
$page = floor($jml/5)+1;
}
$pct = 100/($page+4);
echo "Jumlah pengisi = $jml
";
echo "Jumlah halaman = $page
";
echo "
";
?>






while ($row = mysql_fetch_array ($qry)) {
echo "";
echo "";
echo "";
echo "";
echo "";
}
?>
Nama Email Komentar
" . $row["nama"] . "" . $row["email"] . "" . $row["komentar"] . "





$lebar=$pct*2;
$prev=$hal-1;
$next=$hal+1;
echo "";
for ($i=1;$i<=$page;$i++) {
if ($i==$hal) {
echo "";
} else {
echo "";
}
}
echo "";
?>

";
if ($hal!=1) {
echo " Prev ";
} else {
echo "Prev";
}
echo "
";
echo "$i";
echo "
";
echo " $i ";
echo "
";
if ($hal!=$page) {
echo " Next ";
} else {
echo "Next";
}
echo "




Contoh skrip ini menggunakan query string di dalam menentukan halaman mana yang aktif saat itu. Setiap link untuk menuju ke suatu halaman tertentu akan memiliki bentuk seperti ini:



Variabel $i akan berisi nomor halaman yang dituju.
Karena skrip table.php mengalami sedikit perubahan, maka skrip pada halaman terima kasih (listing 2) perlu dimodifikasi menjadi sebagai berikut:

Klik di sini untuk melihat daftar para pengisi buku tamu.

Mengapa query string “hal” diisi dengan angka 1? Tentu saja agar link tersebut menuju ke halaman 1 dari file table.php.
Nah, hasil run dari skrip table.php yang baru dapat dilihat pada gambar 4.



alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348135605728825778" />




Tips dan Trik VB

Bagian ini akan memberikan aneka tip dan trik pemrograman yang biasa diterapkan di Visual Basic versi 6.0.

Karakter Password
Anda tentu sudah mengetahui bahwa pada aplikasi tertentu yang menggunakan password, text box yang digunakan untuk mengisi password selalu memunculkan karakter bintang (*) jika Anda mengetikkan sesuatu ke dalamnya. Hal ini tentu saja dimaksudkan agar orang lain tidak dapat membaca karakter sebenarnya yang Anda ketikkan. Untuk membuat sebuah text box agar mengeluarkan karakter * (atau bahkan karakter yang lain) caranya sangat mudah, yaitu mengisikan karakter yang Anda inginkan pada properti PasswordChar kontrol text box. Setelah itu jika Anda mengetikkan sesuatu ke dalam text box tersebut, maka karakter yang akan muncul adalah karakter yang Anda masukkan ke dalam properti PasswordChar tersebut.

Center Screen
Seringkali jika aplikasi Anda dijalankan, letak form aplikasi tersebut pada layar monitor tidak menetap. Kadang di kiri atas, kadang di tengah, kadang di bawah. Bagi Anda yang menyukai kerapian, mungkin hal ini akan terasa menjengkelkan. Ada suatu trik mudah agar form aplikasi tersebut selalu terletak di tengah layar monitor jika dieksekusi, yaitu dengan mengubah properti StartUpPosition menjadi 2 – CenterScreen, atau klik kanan gambar form pada Form Layout Window, pilih Startup PositionCenter Screen.

Ukuran Default Kontrol
Untuk menambahkan sebuah kontrol ke dalam form, Anda menggunakan cara klik dan seret mouse untuk membentuk kontrol tersebut di dalam form. Jika Anda ingin menggunakan sebuah kontrol dengan ukuran defaultnya, maka ada cara yang lebih cepat, yaitu klik ganda ikon kontrol tersebut. Otomatis ke dalam form akan ditambahkan kontrol tersebut dengan ukuran default. Sedangkan posisinya tentu saja masih harus diatur secara manual.





Mengubah Tampilan IDE
Jika Anda adalah pengguna Visual Basic mulai dari versi-versi awal, Anda tentu tahu bahwa tampilan IDE (Integrated Development Environment) atau tampilan jendela Visual Basic 6.0 berbeda dengan versi-versi sebelumnya. Anda dapat mengubah tampilan IDE Microsoft Visual Basic 6.0 agar menyerupai versi-versi sebelumnya dengan klik menu ToolsOptions. Pilih tab Advanced, aktifkan check box SDI Development Environment. Keluarlah dari Visual Basic 6.0, kemudian jalankan lagi. Tampilan IDE Visual Basic 6.0 akan berubah seperti gambar 1.

Menambahkan Gambar Pada Command Button
Selama ini Anda selalu menggunakan Caption pada Command Button. Anda juga dapat menambahkan gambar pada Command Button untuk menambah daya tarik aplikasi Anda. Untuk itu ada beberapa properti yang perlu diubah, yaitu:

Properti Nilai
Style 2 - Graphical
Caption [Anda boleh mengosongkan properti ini]
Picture [Gambar yang hendak ditambahkan pada Command Button]
DownPicture [Gambar pada Command Button ketika diklik]

Contoh:
Buatlah sebuah form, tambahkan sebuah Command Button dan ubahlah propertinya sebagai berikut:

Properti Nilai
Style 2 - Graphical
Caption [kosong]
Picture C:\Windows\Cursors\No_l.cur
DownPicture C:\Windows\Cursors\No_m.cur

Untuk properti Picture dan DownPicture, jika file-file kursor yang diberikan pada contoh tidak ada pada komputer Anda, Anda boleh menggantinya sendiri dengan file lain.
Jalankan aplikasi Anda, perhatikan apa yang terjadi jika Command Button tersebut diklik.

PopUp Menu
Kadang-kadang Anda ingin menampilkan sebuah menu dengan klik kanan pada sebuah objek. Menu seperti inilah yang disebut PopUp Menu. Caranya sangat mudah. Buatlah sebuah menu dengan menu editor, lalu nonaktifkan pilihan visible yang terdapat pada kotak dialog menu editor. Yang harus diperhatikan adalah, pilihan visible ini hanya non aktif untuk menutitle-nya saja, sedangkan untuk setiap menuitem, pilihan visible ini harus tetap aktif. Kemudian gunakan event mouse down pada objek yang Anda inginkan untuk menampilkan PopUp Menu, lalu tambahkan sintaks sebagai berikut:

PopUpMenu menutitle

Ingat, dengan menggunakan event mouse down, tombol mouse yang diklik bisa ditangkap dengan mengambil nilai tertentu dari parameter button. Untuk tombol kanan mouse, nilai parameter button adalah 2.
Contoh:
Buatlah sebuah form, tambahkan menu dan kontrol Picture Box ke dalamnya. Isi menu dan gambar terserah Anda. Jangan lupa untuk menonaktifkan check box visible pada menu editor untuk menutitle-nya. Pada kontrol picture box tambahkan kode seperti pada listing 1.

Listing 1. Event MouseDown pada Picture1

Private Sub Picture1_MouseDown(Button As Integer, Shift As Integer, X As Single, Y As Single)
If Button = 2 Then
PopupMenu mnuFile
End If
End Sub

Jalankan aplikasi tersebut. Menu akan muncul jika Anda mengklik kanan kontrol Picture Box.

Mengedit Beberapa Kontrol Sekaligus
Untuk mengedit beberapa kontrol sekaligus, gunakan kombinasi shift+klik atau ctrl+klik untuk mengaktifkan pilihan terhadap beberapa kontrol.
Sebagai contoh, perhatikan gambar 2. Pada gambar tersebut, ketiga Command Button yang ada pada form terletak terlalu ke kiri. Untuk memindahkan ketiganya sekaligus ke tengah, pilih ketiga Command Button tersebut dengan kombinasi shift+klik atau ctrl+klik. Setelah itu Anda dapat memindahkan ketiga kontrol tersebut sekaligus.

Tab Order
Kadang-kadang karena sesuatu hal kita tidak dapat menggunakan mouse dalam mengoperasikan suatu aplikasi, misalnya mouse sedang rusak. Maka terpaksa kita menggunakan keyboard dalam menjalankan suatu aplikasi. Atau mungkin aplikasi kita adalah aplikasi yang digunakan di kasir toko yang memang sengaja tidak diberi mouse. Pada keadaan dimana kita harus menggunakan keyboard, maka untuk berpindah dari satu kontrol ke kontrol yang lain kita menggunakan tombol tab. Untuk itu di dalam mendesain suatu form, kita juga perlu mengatur urut-urutan kontrol yang akan aktif jika tombol tab ditekan. Untuk mengatur urutan tersebut caranya sangat mudah, yaitu dengan mengatur properti TabIndex setiap kontrol. Kontrol yang langsung fokus jika aplikasi dijalankan akan memiliki TabIndex 0, kemudian jika kita menekan tombol tab, maka kontrol berikutnya yang aktif adalah yang memiliki TabIndex 1, dan seterusnya.
Untuk kasus tertentu, maka penggunaan tombol tab untuk berpindah dari satu kontrol ke kontrol lain tidak efisien, dan untuk menggantikan tombol tab diinginkan tombol enter. Untuk menggantikan tombol tab dengan enter, maka trik yang dapat dipakai adalah menggunakan event KeyPress. Nilai keyAscii untuk enter adalah 13. Jika nilai keyAscii 13 ini terpenuhi, maka kontrol berikutnya yang ingin dijadikan fokus harus dikenai metoda setfocus.

Menambahkan Kontrol Array Pada Saat Run-Time
Umumnya kita menambahkan kontrol ke dalam form pada saat mendesain form tersebut (pada saat design time), tetapi Visual Basic juga menyediakan fasilitas untuk menambah jumlah kontrol array pada saat run-time dengan menggunakan pernyataan Load.
Contoh:
Buatlah sebuah form dan tambahkan sebuah Command Button. Ubah properti Indexnya dengan angka 0.

Ke dalam Command Button tersebut tambahkan kode program seperti listing 2.

Listing 2. Event Click pada Command1

Private Sub Command1_Click(Index As Integer)
Load Command1(1)
Command1(1).Left = Command1(0).Left
Command1(1).Top = Command1(0).Top + Command1(0).Height
Command1(1).Caption = "Command Baru"
Command1(1).Visible = True
End Sub

Perhatikan bahwa pada prosedur Command1_Click terdapat parameter Index As Integer yang harus ditambahkan.
Jalankan aplikasi tersebut. Jika Command Button diklik, maka otomatis akan ditambahkan sebuah Command Button baru tepat di bawahnya.

Nah, mudah-mudahan tips dan trik di atas membantu Anda dalam membuat aplikasi-aplikasi dengan Visual Basic.

Instalasi PHP



Paket instalasi PHP dapat didownload di situs resmi PHP (http://www.php.net/downloads.php). Paket instalasi PHP tersedia dalam bentuk Windows Installer maupun paket terkompresi (zip). Disarankan untuk melakukan instalasi dengan menggunakan paket terkompresi karena sekalipun sedikit lebih rumit tetapi lebih fleksibel. Paket PHP dalam bentuk terkompresi juga disediakan pada CD yang disertakan buku ini. Paket PHP yang disediakan adalah versi 5.0.4 yang pada saat buku ini ditulis merupakan paket stabil terbaru.

Bagi pengguna Linux, PHP juga menyediakan source code nya dalam bentuk tarballs (*.tar.gz). Namun disarankan untuk mendownload paket binary yang disediakan oleh masing-masing distro supaya instalasinya lebih mudah.

Bagian ini akan menjelaskan instalasi PHP pada sistem operasi Windows. Karena tersedia dalam bentuk terkompresi, paket tersebut harus diekstrak terlebih dahulu ke folder x:\PHP dengan x adalah partisi utama Windows. Anda juga boleh mengekstraknya ke folder yang lain namun sebaiknya nama folder tersebut tidak mengandung spasi karena dapat menyebabkan masalah.

Modul utama dari paket aplikasi PHP terdapat pada file php5ts.dll. File tersebut harus dapat diakses oleh sistem dengan mudah. Ada tiga kemungkinan yang tersedia untuk menempatkan file tersebut, yang pertama adalah pada direktori sistem Windows (x:\windows\system32), pada direktori web server (x:\Inetput\wwwroot), atau dimasukkan ke dalam direktori yang ada pada variabel Path. Sebaiknya dipilih opsi ketiga karena akan mempermudah proses upgrade.

Untuk memasukkan direktori x:\PHP ke dalam path lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Klik kanan My Computer hingga muncul System Properties.
  2. Masuklah ke tab Advanced.
  3. Klik tombol Environment Variables.
  4. Pada bagian System Variables sorot variabel Path dan klik tombol Edit. Lihat gambar 1.
  5. Pada bagian Variable Value tambahkan direktori x:\PHP dengan terlebih dahulu memberi tanda pemisah berupa titik koma atau semicolon (;). Jadi misalnya pada bagian Variable Value telah terdapat teks berikut:

%SystemRoot%\system32;%SystemRoot%;%SystemRoot%\System32\Wbem

Tambahkan direktori x:\PHP hingga menjadi sebagai berikut:

%SystemRoot%\system32;%SystemRoot%;%SystemRoot%\System32\Wbem;x:\PHP

Sekali lagi PCplus ingatkan untuk mengganti huruf x dengan partisi utama Windows atau partisi di mana Windows terinstall.

Setelah melakukan ekstraksi paket PHP dan memasukkan direktori hasil ekstraksi ke dalam Path, persiapkan file php.ini. Pada paket distribusi PHP tersebut telah terdapat dua buah file yang dapat digunakan sebagai contoh file php.ini, yaitu php.ini-dist dan php.ini-recommended. Disarankan menggunakan file php.ini-recommended sebagai basis file php.ini. Mudahnya, copykan saja file php.ini-recommended menjadi file php.ini.

Beberapa hal yang masih perlu disunting dari file php.ini adalah sebagai berikut:

  • Berilah nilai entry doc_root dengan direktori web server IIS, jadi entry tersebut akan menjadi sebagai berikut:

doc_root = x:\Inetpub\wwwroot

  • Berilah nilai entry extension_dir dengan direktori file-file ekstensi PHP. Letak direktori tersebut adalah di x:\PHP\ext. Jadi entry tersebut akan menjadi sebagai berikut:

extension_dir = d:\PHP\ext

  • Pada bagian Dynamic Extensions hilangkan tanda semicolon (;) di depan file ekstensi yang ingin diload. Dalam pembahasan buku ini, ekstensi yang harus diload adalah php_mysql.dll.
  • Berilah nilai entry browscap dengan letak file browscap.ini yang ada. Pada Windows XP, letak file browscap.ini adalah di d:\windows\system32\inetsrv\browscap.ini sehingga entry tersebut akan menjadi sebagai berikut:

browscap = x:\windows\system32\inetsrv\browscap.ini

File browscap.ini berisi informasi tentang kemampuan suatu browser (browser capabilities). File browscap.ini termutakhir dapat didownload di http://www.garykeith.com/browsers/downloads.asp.

  • Jika Anda menggunakan IIS, ubah nilai cgi.force_redirect menjadi 0.

Pastikan file php.ini dapat diakses (dibaca) oleh semua user.

Proses terakhir adalah konfigurasi web server yang digunakan. Jika Anda menggunakan IIS lakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Buka IIS dengan mengaktifkan menu Start > Control Panel > Administrative Tools > Internet Information Services.
  2. Buka node (local computer) > Web Sites > Default Web Site.
  3. Klik kanan pada node Default Web Site dan pilih properties.
  4. Pada kotak dialog Default Web Site Properties masuklah ke tab Home Directory.
  5. Pastikan nilai Execute Permissions adalah Scripts only.
  6. Klik tombol Configuration.
  7. Pada kotak dialog Application Configuration klik tombol Add.
  8. Untuk menggunakan CGI Binary, pada kotak teks Executable isikan x:\PHP\php-cgi.exe dan pada kotak teks Extensions isikan .php.
  9. Untuk menggunakan HTTP Authentication, ISAPI Filter harus diaktifkan. Pada kotak dialog Default Web Site Properties masuklah ke tab ISAPI Filters. Klik tombol Add.
  10. Pada Filter Properties, masukkan PHP sebagai Filter Name dan x:\PHP\php5isapi.dll sebagai Executable.
  11. Masuklah ke tab Home Directory. Pastikan nilai Execute Permissions adalah Scripts only.
  12. Klik tombol Configuration.
  13. Pada kotak dialog Application Configuration klik tombol Add.
  14. Untuk menggunakan ISAPI Filter, pada kotak teks Executable isikan x:\PHP\php5isapi.dll dan pada kotak teks Extensions isikan .php. Jika CGI dan ISAPI Filter ingin diaktifkan bersama-sama, gunakan ekstensi yang berbeda untuk keduanya, misalnya CGI menggunakan .php dan ISAPI Filter menggunakan .php5.
  15. Restart IIS dengan mengaktifkan menu Action > Stop dan kemudian Action > Start.

Untuk memeriksa apakah instalasi PHP berhasil dengan baik, pada direktori \Inetpub\wwwroot buatlah sebuah file bernama info.php yang isinya adalah sebagai berikut:

Bukalah sebuah browser dan pada bagian address ketikkan http://localhost/info.php. Jika muncul tampilan seperti terlihat pada gambar 2, berarti instalasi PHP berhasil.

Bila perlu buat juga file serupa dengan nama info.php5 untuk memeriksa apakah modul ISAPI PHP juga berjalan dengan baik.

Jika Anda menginginkan file index.php dijalankan secara otomatis saat memasuki direktori tertentu, buka kembali Default Web Sites Properties dan masuklah ke tab Documents. Pastikan opsi Enable Default Document aktif, kemudian klik tombol Add dan tambahkan item index.php.

Instalasi MySQL


PHP memiliki hubungan yang erat dengan database MySQL. Pada contoh-contoh program PHP yang diberikan di edisi ini beberapa di antaranya menggunakan database MySQL.

Paket instalasi MySQL dapat didownload di situs resmi MySQL (www.mysql.com) atau langsung ke alamat URL berikut: http://dev.mysql.com/downloads/index.html.

Paket instalasi MySQL for Windows tersedia dalam bentuk Windows Installer sehingga mudah diinstall. Anda tinggal mengekstrak file download dan menjalankan file setup.exe. Selanjutnya ada wizard yang menuntun Anda dalam proses instalasi. Pada akhir proses instalasi Anda diminta untuk melakukan konfigurasi terhadap server MySQL. Konfigurasi juga tersedia dalam bentuk wizard. Jika Anda tidak terlalu memahami opsi-opsi yang ada pada wizard konfigurasi tersebut, Anda dapat mengambil nilai-nilai defaultnya saja.

Instalasi PHPMyAdmin

PHPMyAdmin adalah aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk melakukan administrasi database MySQL.Paket instalasi PHPMyAdmin tersedia dalam bentuk paket terkompresi. Ekstraklah paket tersebut ke folder \Inetpub\wwwroot. Secara otomatis paket akan diekstrak ke folder \Inetpub\wwwroot\phpMyAdmin-2.6.2.

Sunting file config.inc.php dengan memasukkan alamat URL lengkap aplikasi PHPMyAdmin pada entry $cfg['PmaAbsoluteUri']. Contoh:

$cfg['PmaAbsoluteUri'] = 'http://localhost/phpMyAdmin-2.6.2';

Kemudian isikan password root MySQL pada entry $cfg['Servers'][$i]['password']. Contoh:

$cfg['Servers'][$i]['password'] = 'kuncirahasia';

Sunting pula file php.ini dengan menghapus karakter semicolon (;) di depan entry extension=php_mbstring.dll.

Untuk menjalankan PHPMyAdmin, tuliskan alamat URL PHPMyAdmin pada bagian address browser. Tampilan aplikasi PHPMyAdmin ditunjukkan oleh gambar 3.